Selasa, 22 Januari 2013


MENETAPKAN KADAR ASAM ASETAT / CUKA (CH3COOH)
DENGAN NaOH 0.1 N
I. Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan mengetahui dan memahami  bagaimana cara menetapkan kadar asam asetat dengan NaOH 0,1 N.
II. Alat-alat dan pereaksi
Alat – alat :
# Erlenmeyer 250 ml
# Pipet volume 10 ml + 25 ml
# Buret 50 ml
# Piala gelas 100 ml
# Corong gelas
Pereaksi :
** NaOH 0.1 N
** Asam asetat ( cuka )
** Indikator PP
Reaksi :
NaOH    +   CH3 COOH      >>>      CH3 COONa   +   H2 O




III. Cara kerja :
1.      Bersihkan dan bilas buret dengan air suling.
2.      Bilasi dan isi buret dengan larutan NaOH 0.1 N hingga penuh dan dihimpitka digaris (skala) nol.
3.      Pipet 25 ml asam asetat kedalam labu ukur 100 ml, encerkan sampai tanda garis.
4.      Kocok larutan 12 x.
5.      Pipet 10 ml larutan encer kedalam erlenmeyer.
6.      Bubuhi 2 tetes indikator PP.
7.      Titar dengan larutan NaOH dari buret hingga titik akhir berwarna merah muda.
8.      Hitunglah kadar asam asetat dalam % atau g/l.
IV. Data dan perhitungan
BE = BM = 60
Volume akhir : 39,60  ml
Volume awal  :  0,00  ml  -
Volume titrasi : 39,60 ml
Volume akhir : 39,50  ml
Volume awal  :  0,00 ml   -
Volume titrasi : 39,50 ml
# Rata-rata volume titrasi = (39,60 + 39,50)
                                                        2
                                         39,55 ml
# Kadar CH3COOH    = X ml  x N.  NaOH x P x BE
                                    = 39,55 ml x 0,1N x (100 x 1000) x 60
                                                                          25 x 10
= 39,55 x 0,1 x 400 x 60
= 94.920 mg/l = 94,920 g/l
# % CH3COOH          = kadar asam asetat (g/l) x 100% (1000 x BJ (dianggap 1))
= 94,920 x 100% (1000)
= 9,492 %

V. Diskusi :
Dalam mengencerkan larutan baku harus tepat dihimpitkan digaris (skala) nol agar kadar asam asetat tetap atau tidak berubah. Kemudian larutan harus dikocok minimal 12x agar larutan homogen dan hasil akhir tepat. Dalam percobaan ini, indikator yang digunakan adalah penolftalin (PP) dengan trayek pH antara 8,2 – 10, karena penitarnya ialah NaOH yang bersifat basa kuat. Dalam melakukan praktek, sebaiknya dilakukan 2 kali percobaan agar hasil lebih akurat dalam menentukan kadarnya. Selisih antara 2 percobaan tersebut maksimal 0,1 ml. Dalam melakukan titrasi harus berhati-hati karena jika lebih sedikit saja akan mempengaruhi hasil akhir. Hasil penitaran titik akhir harus berwarna merah muda karena pada saat itu larutan dalam keadaan netral.
VI. Kesimpulan :
Jadi, kadar CH3COOH yaitu 94,920 g/l atau 9,492 %.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar